This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 Agustus 2025

Laporan Warga Berbuah Operasi, 211 Botol Miras Disita Sat Resnarkoba di Pegambiran




Cirebon – Berkat laporan dari masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk. Operasi yang digelar Minggu (3/8/2025) malam ini menyasar sebuah warung di pinggir Jalan Pegambiran.

Informasi awal diterima petugas dari warga yang resah dengan aktivitas penjualan miras di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Unit 2 Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan dan menemukan adanya peredaran miras tanpa izin.

Kapolres Cirebon Kota melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi. "Kami mengucapkan terima kasih atas laporan warga. Tanpa kerja sama ini, upaya pemberantasan miras tidak akan maksimal," ujarnya.

Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh anggota Unit 2 Sat Res Narkoba, petugas menggerebek warung milik Siti Fadilah. Dari lokasi, ditemukan 211 botol minuman keras berbagai merek yang disita sebagai barang bukti.

Barang bukti tersebut terdiri dari 157 botol ciu, 12 botol anggur merah, 12 botol anggur orang tua, 12 botol kawa-kawa hijau, 12 botol beer angker, 2 botol kawa-kawa blackcurrent, 2 botol AO mild, dan 2 botol API. Seluruh miras ilegal tersebut diamankan untuk proses lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa Polres Cirebon Kota akan terus merespons cepat setiap informasi dari masyarakat terkait peredaran miras maupun narkoba. "Partisipasi warga sangat penting. Jika ada indikasi peredaran miras, segera laporkan agar bisa kami tindak," katanya.

Selama operasi berlangsung, situasi di lokasi tetap aman dan tidak terjadi perlawanan. Petugas juga memberikan peringatan keras kepada pemilik warung agar tidak mengulangi perbuatannya.

Polres Cirebon Kota mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan. Warga dapat menyampaikan laporan melalui Call Center 110, WhatsApp Lapor Kapolres Bae, atau WhatsApp Tim Maung Presisi 851.



Operasi yang berawal dari laporan warga ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari peredaran miras serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga Kota Cirebon.

((Red.)) 
Laporan Warga Berbuah Operasi, 211 Botol Miras Disita Sat Resnarkoba di Pegambiran

Cirebon – Berkat laporan dari masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk. Operasi yang digelar Minggu (3/8/2025) malam ini menyasar sebuah warung di pinggir Jalan Pegambiran.

Informasi awal diterima petugas dari warga yang resah dengan aktivitas penjualan miras di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Unit 2 Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan dan menemukan adanya peredaran miras tanpa izin.

Kapolres Cirebon Kota melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi. "Kami mengucapkan terima kasih atas laporan warga. Tanpa kerja sama ini, upaya pemberantasan miras tidak akan maksimal," ujarnya.

Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh anggota Unit 2 Sat Res Narkoba, petugas menggerebek warung milik Siti Fadilah. Dari lokasi, ditemukan 211 botol minuman keras berbagai merek yang disita sebagai barang bukti.

Barang bukti tersebut terdiri dari 157 botol ciu, 12 botol anggur merah, 12 botol anggur orang tua, 12 botol kawa-kawa hijau, 12 botol beer angker, 2 botol kawa-kawa blackcurrent, 2 botol AO mild, dan 2 botol API. Seluruh miras ilegal tersebut diamankan untuk proses lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa Polres Cirebon Kota akan terus merespons cepat setiap informasi dari masyarakat terkait peredaran miras maupun narkoba. "Partisipasi warga sangat penting. Jika ada indikasi peredaran miras, segera laporkan agar bisa kami tindak," katanya.

Selama operasi berlangsung, situasi di lokasi tetap aman dan tidak terjadi perlawanan. Petugas juga memberikan peringatan keras kepada pemilik warung agar tidak mengulangi perbuatannya.

Polres Cirebon Kota mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan. Warga dapat menyampaikan laporan melalui Call Center 110, WhatsApp Lapor Kapolres Bae, atau WhatsApp Tim Maung Presisi 851.

Operasi yang berawal dari laporan warga ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari peredaran miras serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga Kota Cirebon.

Polres Cirebon Kota Ungkap Kasus Dugaan Korupsi di PDAM, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar





Cirebon Kota. – Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota menggelar konferensi pers pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim AKP Fajri Ameli Putra, S.T.K., S.I.K., M.H., di Aula Sanika Satyawada, Senin (4/8/2025).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari internal PDAM mengenai kejanggalan dalam transaksi keuangan. Berdasarkan penyelidikan, tersangka berinisial ALNK (32), seorang staf keuangan PDAM Kota Cirebon, diduga melakukan penggelapan dan pemalsuan dokumen keuangan yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp3.719.733.781,-.

"Dugaan korupsi ini mencakup penggelapan penerimaan loket pelanggan, pemalsuan specimen tanda tangan direksi untuk pencairan cek, hingga manipulasi rekening koran bank milik PDAM," jelas Kapolres.

Dalam keterangannya. Kapolres menambahkan, kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Cirebon Kota dalam mendukung pemberantasan korupsi di wilayah hukum Kota Cirebon.

Modus operandi yang digunakan tersangka antara lain mengurangi setoran tunai dari loket pembayaran pelanggan, memalsukan dokumen transaksi, serta mengalihkan dana perusahaan ke rekening pribadinya. 

Tidak hanya itu, ALNK juga diketahui memindahbukukan dana antar rekening bank milik PDAM dan mengedit data transaksi untuk menutupi tindakannya.

"Yang bersangkutan bahkan membuat laporan harian kas palsu serta melakukan rekayasa rekening koran pada beberapa bank, seperti BJB, BTN, BNI, dan Mandiri. Hasil kejahatan ini digunakan untuk aktivitas investasi di platform trading ilegal seperti Binomo dan Stockity," ungkap Kasat Reskrim AKP Fajri Ameli Putra.

Hingga saat ini, Polres Cirebon Kota telah memeriksa sedikitnya 20 saksi dari internal PDAM maupun pihak perbankan. Barang bukti yang berhasil disita meliputi dokumen cek, slip gaji, print out rekening koran yang telah dimanipulasi, perangkat komputer milik tersangka, serta voucher transaksi fiktif.

"Tersangka akan dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," tambah Kasat Reskrim.

Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat, termasuk aktor intelektual atau pihak yang turut membantu dalam tindak pidana tersebut. Ia pun mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan internal agar tidak terjadi kasus serupa.

"Kami berkomitmen menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang merugikan keuangan negara. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri dalam menjaga integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan," tegas Kapolres.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Satreskrim Polres Cirebon Kota, dan penyidik memastikan akan melakukan pendalaman terhadap aliran dana dan penggunaan uang hasil tindak pidana korupsi untuk kepentingan pribadi pelaku.

((Red.)) 

Sabtu, 02 Agustus 2025

Satresnarkoba Polres Cirebon Kota Sita Puluhan Botol Miras di Lemahwungkuk




Cirebon – Satresnarkoba Polres Cirebon Kota melaksanakan operasi miras di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Sabtu (2/8/2025) sore. Operasi ini menargetkan peredaran minuman keras ilegal yang meresahkan masyarakat.

Kegiatan dipimpin oleh personel Unit I Satresnarkoba dengan menyasar warung yang diduga menjual minuman beralkohol tanpa izin. Operasi berlangsung di kawasan Jalan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati warung milik seorang pria berinisial S yang kedapatan menyimpan miras jenis ciu. Barang bukti langsung disita untuk proses lebih lanjut.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota, AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P., mengatakan operasi ini dilakukan untuk menekan peredaran miras yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kami menindak tegas setiap peredaran miras ilegal. Penjual yang melanggar akan kami proses sesuai aturan yang berlaku," tegas AKP Otong.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia miras secara rutin, terutama di lokasi yang sering menjadi tempat transaksi atau konsumsi minuman keras.

Selain menyita miras, petugas memberikan peringatan kepada pemilik warung agar tidak mengulangi perbuatannya. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efek jera dan mencegah pelanggaran serupa.

Kasat Narkoba menegaskan, kepolisian akan meningkatkan patroli serta operasi serupa untuk memutus rantai peredaran miras di Kota Cirebon. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat dari dampak negatif minuman keras.



"Dengan dukungan semua pihak, kami optimis peredaran miras ilegal di wilayah ini dapat ditekan secara signifikan," pungkasnya.

((Red.)) 

Pengedar Obat Keras Tanpa Izin Ditangkap di Harjamukti, Ini Modusnya




Cirebon – Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dalam operasi ini, petugas mengamankan seorang pria yang diduga menjadi pengedar.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota, AKP Otong Jubaedi, S.H., M.A.P., menjelaskan penangkapan dilakukan pada Jumat (1/8/2025) malam di pinggir Jalan Raya Katiyasa, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon.

"Informasi dari masyarakat menjadi dasar kami melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan, tim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku yang saat itu sedang beraktivitas di lokasi," ujar AKP Otong.

Pelaku diketahui berinisial S, warga Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti obat sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar, serta peralatan yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut.

Kini pelaku telah dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran obat terlarang yang lebih luas.

"Hasil gelar perkara menetapkan S sebagai tersangka dan penyidikan terus berlanjut," tegas AKP Otong.

Pelaku dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara sesuai ketentuan yang berlaku.

AKP Otong mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba dan obat berbahaya. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110, WhatsApp Lapor Kapolres Bae, atau WhatsApp Tim Maung Presisi 851.

"Kami berkomitmen memberantas peredaran obat ilegal di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Kerja sama dari masyarakat sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat," pungkasnya.

((Red.)) 

Jumat, 01 Agustus 2025

Sat Binmas Polres Indramayu Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-80




INDRAMAYU – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Indramayu Polda Jabar mengimbau seluruh warga untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing selama bulan Agustus 2025.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Indramayu, IPDA Tasim, menyampaikan bahwa imbauan ini merupakan bagian dari upaya membangun semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

"Pengibaran Bendera Merah Putih adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Ini juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya, Sabtu (2/8/2025).

Ia menjelaskan, Sat Binmas telah melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, lingkungan RT/RW, hingga sekolah-sekolah, guna memastikan pesan tersebut tersampaikan secara luas.

IPDA Tasim juga menambahkan, imbauan ini selaras dengan instruksi pemerintah pusat yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT RI ke-80.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar masyarakat tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menjaga ketertiban lingkungan, mempererat kebersamaan, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

"Mari kita jaga semangat kemerdekaan dengan kegiatan yang membangun, seperti kerja bakti, lomba kebangsaan, dan menjaga situasi yang aman serta kondusif," imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno turut mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga stabilitas kamtibmas menjelang dan selama perayaan kemerdekaan.

"Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU via WhatsApp di 081999700110 atau call center 110," pungkasnya.

(A.Rahmat) 

Kamis, 31 Juli 2025

Satresnarkoba Polres Cirebon Kota Tangkap Dua Pengedar Obat Keras di Lemahwungkuk





Cirebon – Satresnarkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan obat sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar khasiat dan mutu. Dua orang tersangka diamankan dalam operasi yang digelar pada Kamis (31/7/2025) dini hari di Jalan Petratean, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kedua tersangka yang diamankan berinisial A.D.S. (23), warga Kelurahan Pegambiran, dan A.D.C. (25), warga Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Keduanya merupakan karyawan swasta yang diduga mengedarkan obat keras tanpa izin edar.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota, AKP Otong Jubaedi, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran obat keras di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Unit II Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan mendapati kedua tersangka sedang bertransaksi.

"Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan berbagai obat keras jenis Trihex dan Tramadol yang tidak memiliki izin edar. Selain itu turut diamankan alat komunikasi serta uang hasil penjualan," ungkap AKP Otong.

Kedua tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil gelar perkara, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

AKP Otong menambahkan, penyidik akan melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran obat keras yang melibatkan kedua pelaku. "Kami masih mendalami dari mana obat-obatan ini diperoleh dan kepada siapa saja mereka mengedarkan," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 56 KUHP. Ancaman hukuman dalam pasal ini adalah pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Penyidik Satresnarkoba Polres Cirebon Kota telah menahan kedua tersangka untuk proses hukum lebih lanjut. Penyelidikan terus dikembangkan guna mengungkap pemasok dan jaringan distribusi obat keras ilegal di wilayah Kota Cirebon.



Polres Cirebon Kota mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi atau memperjualbelikan obat keras tanpa izin, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba dan obat ilegal melalui Call Center 110, WhatsApp Lapor Kapolres Bae, atau WhatsApp Tim Maung Presisi 851. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan kesehatan bersama.

((A.Rahmat))