This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Maret 2026

Komplotan Curanmor Lintas Daerah Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap Usai Kejar-kejaran Tengah Malam


Cirebon Kota - Aksi kejar-kejaran antara petugas kepolisian dengan komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor terjadi setelah Unit Buser Sat Reskrim Polres Cirebon Kota berhasil mengidentifikasi kelompok pelaku yang selama ini diduga beraksi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota pada Kamis malam (12/03/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Tim yang dipimpin Iptu Deny Arisandy, S.H., M.H., C.PHR kemudian melakukan pengejaran terhadap tiga kelompok pelaku yang berjumlah enam orang yang diduga merupakan komplotan pencurian kendaraan bermotor roda dua yang beroperasi di beberapa wilayah.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengejaran oleh petugas, dua orang pelaku berhasil diamankan di wilayah Pangenan Kabupaten Cirebon, sementara dua pelaku lainnya berhasil ditangkap pada Jumat pagi (13/03/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan pertigaan Gedung Negara Krucuk Kota Cirebon.

Dua pelaku yang pertama kali diamankan diketahui berinisial E.R. (22) dan R.A. (22) yang berasal dari wilayah Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, setelah petugas melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

Dari tangan kedua pelaku tersebut petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat buah anak kunci letter T, satu buah gagang kunci letter T serta satu buah magnet yang diduga digunakan untuk membuka tutup kunci kendaraan bermotor saat melakukan aksinya.

Sementara itu dua pelaku lainnya yang berhasil ditangkap beberapa jam kemudian diketahui berinisial W.K. (40) dan M.I. (23) yang juga berasal dari wilayah Kabupaten Indramayu dan diduga turut terlibat dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah.

Dari kedua pelaku tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam tanpa tanda nomor kendaraan bermotor, tiga buah gagang kunci letter T serta tiga belas mata kunci letter T yang diduga merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri ke arah wilayah Klayan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, namun dalam proses pengejaran petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik para pelaku berupa satu pucuk pistol mainan serta satu bilah senjata tajam jenis golok yang ditinggalkan di lokasi pelarian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa komplotan tersebut diduga tidak hanya beraksi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, namun juga di sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Kuningan serta Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku serta memburu dua orang pelaku yang melarikan diri, sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap tindak pencurian kendaraan bermotor dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian.

((Red))

Polres Cirebon Kota Gelar Bazaar Pangan Murah, Beras hingga Minyak Dijual di Bawah Harga Pasar

Cirebon Kota - Upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dilakukan Polres Cirebon Kota melalui pelaksanaan Bazaar Gerakan Pangan Murah yang digelar di depan Mako Polres Cirebon Kota pada Jumat pagi (13/03/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak yang terhubung melalui zoom meeting nasional dan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Si., dengan tujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kasat Binmas Polres Cirebon Kota Kompol Sudarsono, S.H. menjelaskan bahwa pelaksanaan Bazaar Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tingkat masyarakat sekaligus membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya beras SPHP kemasan lima kilogram yang dijual dengan harga Rp58.000 per paket sehingga masyarakat memiliki kesempatan memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh minyak goreng merek Minyakita dengan harga Rp15.000 per liter serta telur ayam yang dijual dengan harga Rp28.000 per kilogram sehingga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Program Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program stabilisasi harga pangan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dengan melibatkan berbagai pihak termasuk Perum Bulog sebagai penyedia komoditas pangan.

Gerakan Pangan Murah juga menjadi langkah konkret untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat sehingga gejolak harga kebutuhan pokok dapat diminimalisir terutama pada momentum menjelang hari besar keagamaan.

Selain membantu masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui stabilisasi harga di tingkat konsumen.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan kegiatan bazaar pangan murah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, serta mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut.

((Red.))

Pergerakan Kendaraan Dipantau Ketat, Jalur Pantura hingga Tol Palikanci Jadi Fokus Ops Ketupat di Cirebon Kota


Cirebon Kota - Pergerakan kendaraan di jalur utama yang melintasi wilayah Cirebon Kota terus dipantau dalam rangka pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2026, termasuk di jalur arteri Pantura dan ruas Tol Palikanci pada Jumat sore (13/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pemantauan arus kendaraan dilakukan untuk mengetahui perkembangan volume kendaraan yang melintas di jalur utama sekaligus memastikan aktivitas lalu lintas masyarakat yang melintasi wilayah Cirebon Kota dapat terpantau dengan baik.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Ridwan Maulana, S.H., M.M., C.PHR menjelaskan bahwa pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara berkala pada sejumlah jalur utama yang menjadi perlintasan kendaraan masyarakat baik dari arah Jakarta menuju Cirebon maupun dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.

Berdasarkan hasil pemantauan pada jalur arteri Pantura dari arah Jakarta menuju Cirebon terlihat pergerakan kendaraan yang didominasi oleh kendaraan masyarakat lokal dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam dengan kondisi cuaca cerah berawan.

Hal serupa juga terlihat pada jalur arteri Pantura dari arah Cirebon menuju Jakarta yang menunjukkan aktivitas kendaraan masyarakat yang masih didominasi kendaraan lokal dengan pergerakan kendaraan berada pada kisaran kecepatan antara 20 hingga 40 kilometer per jam.

Selain jalur arteri Pantura, pemantauan juga dilakukan pada ruas Tol Palikanci khususnya pada kilometer 204 hingga kilometer 211 baik pada jalur A maupun jalur B yang merupakan jalur utama penghubung wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pada ruas Tol Palikanci jalur A yang mengarah ke wilayah Jawa Tengah, kendaraan yang melintas terpantau bergerak dengan kecepatan berkisar antara 80 hingga 100 kilometer per jam dengan kondisi cuaca cerah berawan serta belum terlihat adanya peningkatan kendaraan perjalanan jauh.

Sementara itu pada jalur B yang mengarah dari Jawa Tengah menuju Jakarta juga terlihat aktivitas kendaraan yang bergerak dengan kecepatan berkisar antara 80 hingga 100 kilometer per jam dengan volume kendaraan yang masih didominasi kendaraan perjalanan reguler.

Pemantauan juga dilakukan pada area istirahat atau rest area yang berada di kilometer 207 jalur A dan kilometer 208 jalur B dimana kendaraan yang memasuki area istirahat masih berada pada jumlah yang relatif rendah dengan kapasitas area parkir yang masih tersedia luas serta tingkat keterisian sekitar 20 persen.

Selain pada jalur utama, pemantauan arus kendaraan juga dilakukan di kawasan dalam kota yang meliputi area pusat perbelanjaan, kawasan wisata kuliner serta beberapa titik keramaian masyarakat dengan pergerakan kendaraan berada pada kisaran 20 hingga 40 kilometer per jam.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas guna menjaga keselamatan selama perjalanan, serta apabila membutuhkan bantuan kepolisian di jalan dapat menghubungi Layanan Polisi 110 sehingga petugas dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat.

((Red))

Kamis, 12 Maret 2026

Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H



Cirebon Kota. – Polres Cirebon Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mako Polres Cirebon Kota pada Kamis (12/3/26).

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai bentuk kesiapan seluruh personel dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) yang bersama-sama mendukung pelaksanaan pengamanan di wilayah Kota Cirebon.

Apel gelar pasukan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sinergitas antarinstansi dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan bahwa Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia guna memberikan pengamanan maksimal kepada masyarakat selama momentum Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan dengan optimal,” ujar AKBP Eko Iskandar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Operasi ini dilaksanakan selama 13 hari mulai 13 Maret sampai dengan 25 Maret 2026. Kami mengedepankan sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, fokus pengamanan meliputi jalur arus mudik dan arus balik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, stasiun, serta lokasi keramaian lainnya yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mematuhi aturan lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.

“Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berharap perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.
Apel gelar pasukan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat, sekaligus menjadi simbol kesiapan aparat keamanan dan instansi terkait dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

((Red.))

Setahun Memimpin, Lucky Hakim Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan

INDRAMAYU – Satu tahun sudah Lucky Hakim menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama kepemimpinan bupati Lucky Hakim dan wakil bupati Syaefudin ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan. Program-program ini dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan instrumen konkret untuk menjawab jeritan masyarakat di akar rumput. 

Menanam Nilai Religius melalui Indramayu Mengaji dan Berzakat 

Di bawah komando Lucky Hakim, aspek spiritualitas menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Indramayu Mengaji, Pemkab menggalakkan kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz.
Tak hanya itu, program Indramayu Berzakat yang diinisiasi hanya sebulan setelah menjabat, kini telah membuahkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu. 

Revolusi Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Sumber Daya Manusia 

Sektor pendidikan mendapatkan nafas baru melalui Indramayu Belajar. Kehadiran "Sekolah Rakyat" dan program "Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)" bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal.
Di sisi kesehatan, terobosan besar dilakukan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa di Cikedung Lor menjadi RSUD. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di wilayah Indramayu Barat. Selain itu, optimalisasi layanan BPJS, penurunan angka stunting, dan cek kesehatan gratis menjadi agenda rutin yang menyentuh ribuan warga. 

Sektor Agraria: Upaya Mewujudkan Petani Sejahtera 

Sebagai lumbung pangan nasional, Lucky Hakim memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah. Pemkab membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan. Menariknya, pendekatan alami juga ditempuh dengan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membasmi hama tikus, didukung dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari gagal panen. 

"Jalan Mulus dan Aman": Menjawab Keluhan Infrastruktur 

Infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi perbaikan mencakup:
•Pemeliharaan Rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer.
•Rekonstruksi Jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
•Rehabilitasi Jalan Desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer.
Beberapa proyek strategis seperti jalan beton sepanjang 2,6 km di Situraja–Kiarapayung dan perbaikan ruas jalan Pondoh telah rampung, memberikan dampak langsung pada kelancaran ekonomi warga. 

Transformasi Digital dan Respons Cepat "Wong Reang Wadul" 

Di era keterbukaan informasi, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Komitmen ini bukan sekadar formalitas; data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan (93 persen) berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.
Transparansi ini dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat dan pengisian kekosongan jabatan direksi di BUMD (PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme. 

Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial dan Lingkungan 

Program "REANG EMAN NING SEMA" (Sayangi Ibu) hadir sebagai sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping lansia, memastikan tidak ada orang tua yang terabaikan di Indramayu.
Di bidang lingkungan dan pemukiman, Pemkab telah membangun:
1.SPAM (Sumur Bor): Di 16 desa untuk akses air bersih.
2.SPALD (MCK): 184 unit di 9 desa untuk sanitasi layak.
3.Normalisasi Sungai: Pengerukan di 13 muara sungai untuk mencegah banjir dan membantu akses nelayan. 

Tantangan Menuju Tahun Kedua 

Satu tahun kepemimpinan Lucky Hakim telah meletakkan batu pertama pembangunan yang inklusif di Indramayu. Meski banyak target jalan dan jembatan yang telah terealisasi, tantangan ke depan tetaplah besar, terutama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur di pelosok desa. Dengan semangat "Reang", pemerintah optimis Indramayu akan terus bersolek menjadi daerah yang lebih maju.

((Red.))

Selasa, 10 Maret 2026

Puluhan U-Turn Ditutup Jelang Arus Lebaran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Cirebon

Cirebon Kota - Persiapan menghadapi arus mudik Lebaran terus dilakukan dengan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui penutupan sejumlah titik putar balik kendaraan atau U-Turn di wilayah hukum Polres Cirebon Kota sebagai bagian dari kesiapan pengamanan arus lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB (10/03/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di jalur utama yang menjadi lintasan masyarakat.

Penutupan sejumlah U-Turn tersebut dilakukan pada beberapa titik strategis yang berada di jalur lalu lintas utama yang selama ini kerap digunakan kendaraan untuk berputar arah sehingga berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan terutama saat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Ridwan Sandhi Maulana, S.H., M.M., CPHR menjelaskan bahwa langkah penutupan U-Turn tersebut merupakan bagian dari upaya rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Beberapa titik U-Turn yang menjadi fokus penutupan berada di sejumlah ruas jalan strategis di antaranya di depan pintu keluar Makorem, depan pintu masuk Bima, bawah Tugu Selamat Datang, depan gerbang Perum Harjamulya, depan Auto 2000, samping pintu masuk Hotel Aston, depan dealer Yamaha Bahana, depan ACC Motor, depan Toko Inti Baja, depan UPTD Provinsi, pintu keluar Patra serta depan gang Hotel Octo.

Penutupan titik putar balik kendaraan tersebut dilakukan dengan memasang beton barrier sebagai pembatas fisik sehingga kendaraan tidak dapat lagi melakukan putar balik di lokasi tersebut selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengaturan lalu lintas yang dilakukan untuk mengurangi potensi konflik kendaraan yang terjadi di titik putar balik sehingga arus kendaraan di jalur utama dapat bergerak lebih teratur.

Dengan adanya penutupan U-Turn tersebut diharapkan arus kendaraan yang melintas di jalur utama Kota Cirebon dapat mengalir lebih baik terutama saat meningkatnya volume kendaraan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

Selain itu langkah rekayasa lalu lintas ini juga diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di titik putar balik kendaraan yang berada di ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada masyarakat khususnya para pengguna jalan agar mematuhi rambu dan rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan serta selalu mengutamakan keselamatan berkendara dan segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian melalui Layanan Polisi 110, apabila menemukan adanya gangguan di jalan raya sehingga dapat segera ditangani oleh petugas kepolisian.

Senin, 09 Maret 2026

Wakapolda Jabar dan Kapolres Cirebon Kota Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih di Sungai Kriyan

Cirebon Kota - Peresmian Jembatan Merah Putih yang membentang di atas Sungai Kriyan di wilayah RT 03 RW 06 Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.25 WIB (09/03/2026). Kehadiran pimpinan TNI dan Polri tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Jembatan Merah Putih yang melintasi Sungai Kriyan tersebut menjadi penghubung antara wilayah Kelurahan Pegajahan Kecamatan Pekalipan dengan kawasan Kriyan Barat Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk. Infrastruktur berupa jembatan gantung ini kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung penting untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP H. Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Merah Putih memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di dua wilayah tersebut karena sebelumnya warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk melintasi Sungai Kriyan, sementara kini masyarakat memiliki jalur yang lebih dekat untuk beraktivitas.

Peresmian jembatan tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. yang hadir bersama Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. serta Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, S.AP., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Alamsyah, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Kota Cirebon Andri Sulistio, S.E. yang turut menyaksikan peresmian jembatan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. bersama Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Jembatan Merah Putih setelah proses peresmian dilaksanakan guna melihat secara langsung fungsi jembatan yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Kriyan tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat sekitar, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.

Selain dimanfaatkan oleh masyarakat yang bekerja di berbagai sektor, jembatan tersebut juga menjadi jalur yang digunakan para pelajar yang berangkat menuju sekolah di wilayah sekitar Sungai Kriyan sehingga mobilitas mereka menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat luas termasuk Jembatan Merah Putih yang kini menjadi akses penting bagi warga serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.

((Red.))

Jumat, 06 Maret 2026

Ramadhan Penuh Berkah, Kalapas Kelas I Cirebon Terima Penghargaan dari Bareskrim Polri dalam Upaya Perangi Narkoba


JAKARTA, – Komitmen kuat dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon. Di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Lapas Cirebon menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis yang menerima penghargaan dari Badan Reserse Kriminal Polri atas kontribusi aktif dalam mendukung pengungkapan jaringan tindak pidana narkotika.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sinergi yang terjalin erat antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba di lingkungan lapas, termasuk melalui penguatan sistem pengawasan, deteksi dini, dan koordinasi intensif dalam setiap langkah penindakan.

Kepala Lapas Cirebon, Nanank Syamsudin, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus meningkatkan integritas dan profesionalisme petugas.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh penguatan pengamanan, pelaksanaan razia rutin, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan.

Dengan capaian ini, Lapas Cirebon semakin menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung kebijakan nasional pemberantasan narkotika serta membangun sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.

Sumber: Humas Lapas Cirebon

((Red.))

Rabu, 04 Maret 2026

Berbagi Ramadhan Polsek Cirebon Selatan Timur, Tebar Kepedulian Bersama Bhayangkari untuk Masyarakat


Cirebon Kota – Jajaran Polsek Cirebon Selatan Timur bersama Bhayangkari Ranting Polsek Cirebon Selatan Timur melaksanakan kegiatan berbagi di momen Bulan Suci Ramadhan 1447 H pada Rabu (04/03/2026) pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB bertempat di Jl. Ciremai Raya yang termasuk wilayah Kelurahan Larangan dan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan berbagi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Ny. Rita Juntar Hutasoit serta diikuti personel Polsek dan pengurus Bhayangkari dengan menyasar komunitas ojek online yang berjumlah kurang lebih 80 orang.

Bentuk kepedulian yang diberikan berupa pembagian 100 nasi kotak serta 100 paket takjil yang diserahkan secara langsung kepada para pengemudi ojek online dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Pembagian dilakukan secara langsung di lokasi dengan pendekatan humanis, di mana personel Polsek dan Bhayangkari menyapa serta berbincang dengan para penerima guna mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja lapangan yang tetap beraktivitas selama bulan puasa.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang bermanfaat.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan mampu memperkuat ikatan kebersamaan serta membangun semangat saling peduli di tengah tantangan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menambahkan bahwa kegiatan berbagi Ramadhan yang dilaksanakan jajaran Polsek Cirebon Selatan Timur bersama Bhayangkari menjadi refleksi nilai Presisi Polri yang mengedepankan empati, kepedulian sosial, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.

((Red.))

Selasa, 03 Maret 2026

Gerakan Pangan Murah Ramadan, Komitmen Kapolres Cirebon Kota Jaga Stabilitas dan Ringankan Beban Warga

Cirebon Kota – Polres Cirebon Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan 1447 H yang dilaksanakan pada Selasa (03/03/2026) pukul 15.00 hingga 16.30 WIB bertempat di Lapangan Voli Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., serta dihadiri Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait sebagai bentuk sinergitas dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Dalam pelaksanaannya, Polres Cirebon Kota menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras SPHP 5 kilogram seharga Rp55.000, telur ayam Rp28.500 per kilogram, Minyak Kita Rp29.000 per 2 liter, daging sapi Rp120.000 per kilogram, serta daging ayam Rp34.000 per kilogram, yang disambut antusias oleh ratusan warga sejak sore hari.

Lonjakan kebutuhan bahan pokok selama Ramadan menjadi perhatian khusus jajaran Polres Cirebon Kota, mengingat peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang waktu berbuka dan sahur kerap berdampak pada fluktuasi harga di pasaran, sehingga kehadiran GPM menjadi langkah konkret dalam menjaga keterjangkauan bahan pangan.

Selain pasar sembako murah, kegiatan ini juga menghadirkan bakti kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan kelompok rentan agar tetap dapat menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangannya menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan solusi nyata atas persoalan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pada momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan bahan pokok.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan terus dievaluasi dan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggandeng instansi terkait, termasuk BULOG, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya guna memastikan distribusi pangan berjalan optimal.

Partisipasi ratusan masyarakat yang hadir menunjukkan tingginya kebutuhan akan akses pangan terjangkau, sekaligus memperlihatkan bahwa program seperti ini sangat relevan dalam menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di tengah dinamika harga pasar.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota menambahkan bahwa Kapolres berkomitmen menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai agenda berkelanjutan selama Ramadan, “Bapak Kapolres menekankan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan fokus,” pungkasnya.

((Red.))

Sabtu, 28 Februari 2026

Digerebek Saat Main Dadu, Enam Terduga Pelaku Judi Diamankan di Pekalipan

Cirebon Kota – Aktivitas perjudian jenis dadu bergambar hewan yang berlangsung di lahan kosong belakang Baperkam Kampung Petratean RT 06/03 Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, pada Sabtu sore (28/02/2026) sekitar pukul 15.45 WIB berhasil diungkap aparat kepolisian dengan mengamankan enam orang terduga pelaku berikut sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

Pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas perjudian yang kerap dilakukan secara terbuka di area tersebut, sehingga petugas melakukan penindakan dan mendapati para pelaku tengah asyik memainkan judi dadu dengan media kain bergambar hewan sebagai papan taruhan dan tempurung kelapa sebagai alat pengocok dadu.

Adapun enam terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial A.D. (57) laki-laki, warga Kelurahan Pekalipan; W.J. (31) laki-laki, warga Kelurahan Pekalipan; K.K. (62) laki-laki, warga Kelurahan Lemahwungkuk; A.A. (55) laki-laki, warga Kelurahan Lemahwungkuk; K.C. (42) laki-laki, warga Kelurahan Harjamukti; serta D.S. (53) laki-laki, warga Kelurahan Jagasatru.

Dalam praktik perjudian tersebut, A.D. diduga berperan sebagai bandar yang mengatur jalannya permainan dan menerima setoran taruhan, sementara lima lainnya bertindak sebagai pemasang yang menempatkan sejumlah uang di atas gambar hewan sesuai pilihan masing-masing sebelum dadu dikocok untuk menentukan hasil.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu lembar kain bergambar hewan sebagai media taruhan, tiga buah dadu bergambar hewan, satu buah tempurung kelapa sebagai wadah pengocok, serta uang tunai sebesar Rp264.000 yang diduga merupakan uang taruhan saat penggerebekan dilakukan.

Selain itu, turut diamankan beberapa unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan oleh salah satu pelaku, seluruhnya dibawa sebagai barang bukti guna mendukung proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek setempat menerangkan bahwa segala bentuk perjudian merupakan pelanggaran hukum yang dapat merusak ketertiban sosial dan memicu potensi konflik di tengah masyarakat, sehingga pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas serupa.

Beliau juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan komitmen kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari praktik penyakit masyarakat yang meresahkan.
“Polres Cirebon Kota akan terus melakukan penindakan terhadap praktik perjudian dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya agar tetap kondusif,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

((Red))

500 Takjil Dibagikan, Polres Cirebon Kota Tebar Kepedulian di Bulan Ramadhan

Cirebon Kota – Polres Cirebon Kota melaksanakan kegiatan berbagi takjil pada Sabtu (28/02/2026) pukul 16.30 WIB hingga 17.20 WIB di depan Mako Polres Cirebon Kota sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Cirebon Kota Ny. Mayya Eko Iskandar bersama para Kabag, Kasat, Kasi, pengurus Bhayangkari, serta anggota Apita Badminton Club.

Sebanyak kurang lebih 500 paket takjil dibagikan kepada pengendara dan pejalan kaki yang melintas di Jalan Veteran depan Mako Polres dengan pola pembagian tertib agar tidak mengganggu arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menerangkan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan wujud empati dan kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus momentum mempererat kedekatan emosional di bulan penuh berkah.

Pembagian dilakukan secara langsung oleh jajaran personel dan Bhayangkari dengan menyapa masyarakat secara humanis, sehingga tercipta interaksi hangat antara aparat kepolisian dan warga yang menerima takjil.

Antusiasme masyarakat terlihat dari respon positif para pengendara yang menyambut kegiatan tersebut, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa semakin dekat.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat melalui aksi nyata yang sederhana namun bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan Polres Cirebon Kota untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya bersifat pengamanan, tetapi juga sentuhan sosial yang memperlihatkan kepedulian institusi kepada warga.

“Kegiatan berbagi takjil ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

Jumat, 27 Februari 2026

Silaturahmi Kamtibmas Tugu Dalam, Kapolsek Seltim Bangun Sinergi Cegah Tawuran

Cirebon Kota – Kapolsek Cirebon Selatan Timur melaksanakan kegiatan silaturahmi kamtibmas pada Jumat (27/02/2026) pukul 21.00 WIB hingga 22.30 WIB di halaman Pos Security Yayasan Bani Ziyad RW.04 Kampung Tugu Dalam, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, sebagai upaya mempererat kemitraan dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur kepolisian, Babinsa, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang berkumpul untuk membangun komunikasi terbuka terkait situasi keamanan lingkungan, khususnya potensi kenakalan remaja dan tawuran konten yang meresahkan.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP H. Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menerangkan bahwa silaturahmi kamtibmas bertujuan menghilangkan sekat antara kepolisian dan masyarakat sehingga setiap permasalahan dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek mengingatkan bahwa wilayah RW.04 Tugu Dalam dan sekitarnya memiliki potensi kerawanan tawuran remaja, termasuk fenomena perang sarung yang kerap muncul pada momentum tertentu dan memerlukan perhatian bersama.

Kapolsek juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, serta meminta warga segera membubarkan kelompok remaja yang berpotensi melakukan tindakan melanggar hukum.

Selain itu, Kapolsek menjelaskan bahwa setiap permasalahan sosial dapat diselesaikan melalui musyawarah bersama aparatur pemerintah setempat dengan dukungan Bhabinkamtibmas dan Babinsa melalui pendekatan problem solving yang mengedepankan dialog.

Dalam hal tindak pidana tertentu, Kapolsek menyampaikan bahwa terdapat mekanisme Restorative Justice yang dapat ditempuh untuk penyelesaian secara musyawarah, kecuali terhadap tindak pidana berat yang tetap diproses sesuai ketentuan hukum.

Ketua RW.04 Tugu Dalam turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polsek Cirebon Selatan Timur serta menyatakan komitmen warga untuk meningkatkan patroli swakarsa bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama guna menjaga ketertiban lingkungan.

“Silaturahmi kamtibmas seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi dua arah serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

Kamis, 26 Februari 2026

Polsek Cirebon Selatan Timur Intensifkan Operasi Pekat, Amankan Puluhan Botol Miras di Bulan Ramadhan

Kota Cirebon – Dalam rangka menjaga ketertiban dan menghormati kekhusyukan ibadah masyarakat di bulan suci Ramadhan, Polsek Cirebon Selatan Timur melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan fokus pada peredaran minuman keras di wilayah hukumnya pada Kamis (26/02/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Operasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan imbangan Operasi Pekat I Lodaya 2026 yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat seperti premanisme, perjudian, prostitusi, peredaran minuman keras, obat-obatan terlarang, hingga kepemilikan senjata tajam yang berpotensi mengganggu ketertiban sosial.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dan penindakan secara hunting system ke sejumlah titik yang dianggap memiliki potensi pelanggaran, khususnya warung-warung yang diduga menjual minuman keras secara ilegal di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani Bypass, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Dari hasil penertiban tersebut, petugas mengamankan sebanyak 40 botol minuman keras jenis ciu dari seorang penjual berinisial S (35), warga Kelurahan Larangan, yang kedapatan menyimpan dan memperjualbelikan minuman keras tanpa izin sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penindakan terhadap peredaran miras di bulan Ramadhan memiliki urgensi yang tinggi, mengingat konsumsi minuman keras kerap menjadi pemicu terjadinya gangguan ketertiban, perkelahian, kekerasan, serta tindak pidana lainnya yang dapat mencederai nilai-nilai kesucian bulan puasa.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menggencarkan operasi pekat sepanjang Ramadhan sebagai langkah tegas dalam menekan peredaran miras dan berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya.

Ia menegaskan bahwa bulan Ramadhan harus dijaga sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan ketenangan sosial, sehingga segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak ketertiban akan ditindak sesuai prosedur hukum.

Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan pembinaan kepada penjual agar tidak lagi memperjualbelikan minuman keras, terutama di bulan Ramadhan, serta mengingatkan dampak negatif miras terhadap keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak mengonsumsi maupun memperjualbelikan minuman keras, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya peredaran miras, premanisme, atau gangguan kamtibmas lainnya melalui Bhabinkamtibmas setempat maupun Layanan Polisi 110 yang aktif selama 24 jam, sehingga setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

((Red))

Senin, 16 Februari 2026

Gudang Pelindo di Panjunan Terbakar, Polisi Lakukan Cek TKP Dini Hari

Cirebon Kota – Sebuah gudang milik PT Pelindo Cirebon yang disewa pihak swasta dilaporkan mengalami kebakaran pada Selasa (17/02/2026) dini hari di Jalan Benteng, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Peristiwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 04.30 WIB, saat saksi Lukman yang merupakan petugas keamanan lapangan padel di sekitar lokasi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari dalam gudang PT Pelindo.

Gudang tersebut diketahui disewa oleh Sdr. Riki dan Sdr. Kristo untuk menyimpan ampas cangkang kelapa sawit, serta dalam kondisi tidak dijaga secara khusus pada saat kejadian berlangsung.

Mendapati kejadian tersebut, saksi segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Sekitar pukul 06.00 WIB, api berhasil dipadamkan oleh tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi, dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menindaklanjuti kejadian itu, personel Polsek Lemahwungkuk yang dipimpin PS Kanit Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melaksanakan cek tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan kondisi lapangan dan mengumpulkan keterangan awal.

Langkah-langkah yang dilakukan petugas meliputi pengecekan TKP, interogasi saksi, pendokumentasian lokasi kebakaran, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran, termasuk menghimpun keterangan tambahan dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari unit terkait.

“Kami telah melakukan cek TKP dan mengamankan data awal di lapangan. Proses penyelidikan akan terus kami lanjutkan sesuai prosedur untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti,” ujar IPTU Usep Winta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau pihak pengelola maupun penyewa gudang agar memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, khususnya terkait penyimpanan material mudah terbakar, serta mengajak masyarakat untuk segera melapor melalui Layanan Polisi 110 apabila mengetahui potensi bahaya kebakaran atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani.

((Red ))

Imlek 2026, Polres Cirebon Kota Fokus Amankan Lima Titik Ibadah

CIREBON KOTA – Jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Senin (16/02/2026), dengan memfokuskan pengamanan pada lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang melaksanakan sembahyang.

Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang berlokasi di Jalan Kantor, Kota Cirebon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao dengan jumlah jemaat cukup besar setiap perayaan Imlek.

Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus dilaksanakan hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai hari berikutnya menyesuaikan dengan rangkaian ibadah.

“Sejak pagi hingga sore ini, dan nanti malam, kami melaksanakan pengamanan untuk saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Di Kota Cirebon terdapat lima titik yang menjadi fokus atensi pengamanan selama rangkaian perayaan Imlek,” ujarnya saat memantau langsung kesiapan pengamanan.

Sebanyak 250 personel Polres Cirebon Kota dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara dan klenteng, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan estimasi jemaat di setiap lokasi ibadah.

“Mulai pagi, sore, malam ini, hingga besok pagi dan malam masih terdapat kegiatan sembahyang. Anggota kami standby di sekitar vihara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman,” tambahnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh vihara dan klenteng terpantau aman dan terkendali, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.

“Kota Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kental dengan nilai pluralisme. Kerukunan antarumat beragama terlihat nyata, dan ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, semangat toleransi di Kota Cirebon juga terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas sosial.

“Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi membantu. Ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan lebih sederhana mengingat waktunya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan, termasuk tidak dilaksanakannya perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran.

“Cap Go Meh dilaksanakan secara internal vihara saja, sebagai bentuk saling menghormati karena berdekatan dengan bulan Ramadan. Persiapan Imlek sendiri sudah hampir 100 persen dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian ibadah tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun sebagai simbol harapan agar di tahun baru semangat semakin kuat dan cita-cita dapat terwujud, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

((Red.))

Kapolres Cirebon Kota Cek Langsung Vihara dan Kelenteng Jelang Imlek 2577

Cirebon Kota – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, jajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengecekan langsung ke sejumlah vihara dan kelenteng yang berada di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Senin (16/02/2026), sebagai langkah antisipasi guna memastikan kesiapan pengamanan serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar didampingi Kasat Intelkam Polres Cirebon Kota AKP Iwan, S.H., M.H., serta diikuti personel yang terlibat dalam pengamanan perayaan Imlek di masing-masing lokasi ibadah.

Adapun lokasi yang dilakukan pengecekan meliputi Vihara Budha Sasana di Jalan Prujakan, Vihara Dewi Welas Asih di Jalan Kantor, serta Kelenteng Talang di Jalan Talang, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Tionghoa saat perayaan Imlek.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres memastikan kesiapan personel pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup, sistem pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, hingga koordinasi dengan pengurus vihara dan kelenteng terkait estimasi jumlah jemaat yang akan melaksanakan sembahyang pada malam pergantian tahun.

Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan terhadap sarana pendukung keamanan seperti jalur keluar-masuk jemaat, titik parkir kendaraan, serta kesiapan antisipasi apabila terjadi lonjakan pengunjung, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Kapolres Cirebon Kota menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Imlek, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Hingga pelaksanaan pengecekan selesai, situasi di seluruh vihara dan kelenteng yang dikunjungi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, serta para pengurus menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama selama perayaan Imlek, serta mengajak seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, memastikan kendaraan diparkir di tempat yang telah disediakan, tidak membawa barang berharga secara berlebihan, dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal-hal mencurigakan, sehingga perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Cirebon dapat berjalan aman, damai, dan penuh kebersamaan.

((Red))

Sabtu, 14 Februari 2026

Kapolsek Kapetakan Salurkan Bantuan Baja Ringan untuk Korban Kebakaran di Suranenggala


Kabupaten Cirebon – Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.PHR pada hari Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menyalurkan bantuan sosial berupa material baja ringan kepada warga korban kebakaran rumah di wilayah Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Bantuan tersebut diberikan kepada Sdr. Agus Naim, warga Blok Sipalasa RT 04/06 Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat peristiwa kebakaran.

Diketahui, kebakaran rumah milik Sdr. Agus Naim terjadi pada hari Senin (02/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, yang mengakibatkan bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga membutuhkan perbaikan struktur secara bertahap.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana menjelaskan bahwa penyaluran bantuan baja ringan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati jajaran Polsek Kapetakan kepada warga yang tertimpa musibah, sekaligus upaya membantu percepatan pemulihan tempat tinggal korban.

Menurut AKP Rudiana, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam situasi sosial kemanusiaan untuk memberikan dukungan moril maupun materil kepada warga yang membutuhkan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk proses perbaikan rumah sehingga korban dapat kembali menempati rumahnya dengan aman dan layak.

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dengan penuh keakraban antara aparat kepolisian dan warga, serta menjadi cerminan hubungan kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kepedulian sosial yang dilakukan jajaran kepolisian merupakan bagian dari pelayanan humanis Polri, serta mengajak masyarakat untuk saling peduli dan bergotong royong membantu sesama, khususnya warga yang tertimpa musibah, sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

((Red))

Minggu, 25 Januari 2026

Tak Disangka dari Lingkungan Permukiman, Polisi Temukan Ribuan Pil Berbahaya Tanpa Izin Edar


Cirebon Kota – Upaya serius Polres Cirebon Kota dalam memberantas peredaran obat-obatan berbahaya kembali membuahkan hasil setelah Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa izin edar yang terjadi di wilayah Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya, yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Satresnarkoba Polres Cirebon Kota dengan melakukan serangkaian penyelidikan secara tertutup guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Sindi Al Afghany, S.H., M.H. menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial JGW, berusia 36 tahun, yang berdomisili di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, dan diduga kuat terlibat dalam peredaran obat keras tanpa izin edar.

AKP Sindi Al Afghany menerangkan bahwa saat dilakukan penggeledahan badan dan tempat terhadap tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa sebanyak 1.000 butir pil Trihexyphenidyl yang disimpan dalam satu box paket pengiriman, serta satu unit handphone merek Vivo warna biru tua yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam aktivitas peredaran obat tersebut.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah dompet warna hitam yang di dalamnya berisi uang tunai sebesar Rp48.000, yang diduga merupakan hasil penjualan obat sediaan farmasi ilegal kepada pihak lain, sehingga memperkuat dugaan adanya aktivitas transaksi obat tanpa izin edar.

Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota menjelaskan bahwa obat Trihexyphenidyl termasuk dalam kategori obat keras yang peredarannya harus melalui prosedur dan izin resmi, karena penyalahgunaan obat tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

Setelah diamankan di lokasi kejadian, tersangka beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Cirebon Kota guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik, termasuk untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menilai telah terpenuhi unsur Pasal 184 KUHAP sehingga perkara tersebut resmi dinaikkan ke tahap penyidikan, dan tersangka ditetapkan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa izin edar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur membeli atau mengonsumsi obat-obatan tanpa izin edar resmi, serta mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya peredaran obat ilegal melalui Layanan Polisi 110 atau langsung ke kantor kepolisian terdekat demi melindungi keselamatan dan kesehatan bersama.

((Bang keling))

Penggerebekan Malam Hari Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kamar Kos Ini

Cirebon Kota – Upaya pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya kembali membuahkan hasil setelah jajaran Satresnarkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan obat sediaan farmasi ilegal di sebuah kamar kos wilayah Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam, (24/01/ 2026), sekitar pukul 21.00 WIB.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di sebuah kamar kos yang kerap didatangi orang-orang dalam waktu singkat, terutama pada malam hari, sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar yang khawatir lokasi tersebut dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Sindi Al Afghany, S.H., M.H. menjelaskan bahwa menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung menurunkan Unit II Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan tertutup guna memastikan kebenaran informasi yang diterima dari masyarakat.

Setelah dilakukan pemantauan secara intensif, petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian dan berhasil mengamankan dua orang laki-laki berinisial Y.A. berusia 23 tahun dan M.R.A. berusia 19 tahun di dalam kamar kos yang berlokasi di Blok Karang Wetan, Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Dalam proses penggeledahan, AKP Sindi Al Afghany mengungkapkan bahwa petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,49 gram, sebanyak 2.700 butir obat jenis tramadol, plastik klip bening, timbangan digital, alat hisap sabu, suntikan berbagai ukuran, dua unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp70.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan.

Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa keberadaan timbangan digital dan alat pendukung lainnya mengindikasikan adanya aktivitas penyalahgunaan sekaligus peredaran narkotika dan obat keras tanpa izin edar, yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Setelah diamankan di lokasi kejadian, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Cirebon Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengembangan kasus, serta pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menetapkan kedua terduga sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkotika dan obat-obatan ilegal melalui Layanan Polisi 110, karena sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

((Bang keling))